|
SEKILAS GEREJA BETHEL INJIL SEPENUH |
|

Kelahiran Gereja Bethel Injil Sepenuh diawali dengan keluarnya Pdt. F.G Van Gessel dengan beberapa pendeta lainnya dari GPDI dan membentuk BADAN PERSEKETUAN GEREJA BETHEL INJIL SEPENUH (GBIS) Di Surabaya pada tanggal 21 Januari 1952. GBIS lahir dari satu kerinduan untuk mendapatkan kembali gereja, bukan hanya sekedar sebagai satu organisasi gereja, namun juga sebagai ORGANISME, bersifat OTONOM dan memiliki jiwa FELLOWSHIP. Sejak kelahirannya, GBIS telah berkembang demikian cepatnya, sehingga dalam waktu 15 tahun telah memiliki kira-kira 450 mata jemaat dengan 70000 anggota yang tersebar di seluruh persada Nusantara. Sehingga dapat dikatakan, saat itu GBIS telah menjadi organisasi Pentakosta tebesar ke 2 si Indonesia setelah GPDI. GBIS akan terus berkembang sangat pesat, apabila tidak terjadi malapetaka yang menyakitkan, yaitu perpisahan dengan GBI. Perpisahan ini tidak perlu terjadi, apabila BP-GBIS (saat itu) di bawah pimpinan Pdt. H.L Senduk bertindak bijaksana dalam menjalin hubungan dengan CHURCH OF GOD (salah satu Gereja Pentakosta yang besar di Amerika.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Gereja Bethel Injil Sepenuh – Sragen |
|
Pada tanggal 22 September 1960, Ibadah jemaat pada awalnya yang berlokasi di Geru dengan menempati rumah sdr. Daniel, dengan kegiatan ibadah setiap hari Minggu. Kegiatan ibadah tersebut terus berlangsung sehingga pada tanggal 14 Desember 1963, atas keinsyafan dan keikhlasan sdr. Zakharia yang meminjamkan ruangan rumahnya untuk kegiatan ibadah yang letaknya di Sragen wetan, maka ibadah dipindahkan.

Setelah melalui pergumulan panjang untuk mendapatkan tempat ibadah yang permanen maka melalui Pemerintah Daerah Sragen akhirnya mendapatkan sebidang tanah seluas 462 m2, yang terletak di jl. Kliteh. Bersama jemaat Sragen dan Solo, simpatisan, dan donatur secara bergotong royong akhirnya berdirilah sebuah gedung gereja ( GBIS Sragen ) yang saat itu menelan biaya sebesar Rp. 80.000,-.
|
|
Selanjutnya...
|
|