•  
  • creative gbis kepunton website team
Beranda » MIMBAR FIRMAN » SIMON KIRENE (Pribadi Yang Dipaksa Menjadi Pemikul Salib Kristus)
Senin, 30 Agustus 2010 - 23:12:58 WIB
SIMON KIRENE (Pribadi Yang Dipaksa Menjadi Pemikul Salib Kristus)
Diposting oleh : Administrator
Kategori: MIMBAR FIRMAN - Dibaca: 4018 kali

SIMON KIRENE (Pribadi Yang Dipaksa Menjadi Pemikul Salib Kristus)

 

PENDAHULUAN

Dalam rubrik tokoh edisi ini, dipaparkan hasil stidi biblikal dan pengembangan daya imajinasi terhadap data-data Alkitab, dengan harapan ada terobosan baru dalam pemahaman akan kebenaran Alkitab yang dapat bermanfaat bagi pertumbuhan rohani dan iman orang Kristen.
 
Penggunaan daya imajinasi dalam pemahaman Alkitab ini ternyata sangat mambantu dalam memahami kebenaran Allah. Hal ini didasarkan pada minimnya/terbatasnya data-data yang tertulis dalam Alkitab. Namun demikian kesimpulan yang diambil tidak akan bertentangan dengan bagian Alkitab lainnya, karena metode yang dipakai mempergunakan metode induktif dalam pemahaman Alkitab sehingga kebenaran yang diperoleh bersifat komperhensif.
Tokoh yang dipilih pada edisi kali ini adalah :SIMON KIRENE. Tokoh ini sangat sedikit disebut dalam Alkitab, namun mudah diingat dan sering dijadikan teladan yang baik bagi orang Kristen. Terlebih lagi adanya keterkaitan dengan Karya Kristus bagi dunia untuk keselamatan manusia. Jadi dapatlah dikatakan sangat relevan jika pada saat peringatan hari Paskah tahun ini tokoh SIMON KIRENE menjadi perenungan bagi orang percaya.
 
Pribadi seperti Simon Kirene sangat dibutuhkan menjadi teladan saat kesusahan dan penderitaan orang saat ini, dimana tubuh Kristus(gereja) menanggugntantangan dan tekanandari orang-orang yang tidak mengenal Allah. Melihat dan meresponi kondisidankeadaan masa kini dimana banyak bencana alam dan musibah-musibah yang silih berganti dialami umat manusia, maka gereja harus memunculkan pribadi-pribadi yang bersedia dengan rela “memikul salib” dan terus mengarahkan pandangannya kepada Tuhan.
 
Pribadi yang rela memikul salib adalah pribadai yang menyatakan Kasih Allah kepada dunia yang mengalami penderitaan sebagai konsekuensi dari dosa. Hal ini sekaligus wujud uman percayanyakepada Tuhan yang telah mengasihi seluruh umat manusia.
Teladan dari tokoh yang bernama SIMON dari KIRENE dalam Alkitab sangat relevan untuk gereja Tuhan saat ini. Bagaimana perbuatan dan tindakan SIMON KIRENE itu?
 
LATAR BELAKANG
 
Nama Simon banyak dipakai untuk memanggil seorang pribadi yang terdapat dlam Alkitab. Ada pendapat yang menyatakan bahwa nama Simon sering ditulis/disebut juga Simeon. Simon dari Kirene sangat istimewa terutama dalam peristiwa yang berhubungan dengan Karya Kristus bagi dunia, ketika Yesus mengalami banyak sekali penderitaan yang berpuncak dengan kematianNya di salib.

Nama Simon Kirene menunjuk pada seorang Yahudi yang berasal dari Kirene (Afrika Utara). Dalam Kisah Rasul pasal 13 sulit dibuktikan, ada petunjuk yang lebih spesifik tentang keberadaan Simon Kirene ini, dimana Simeon disebut Niger “Si Hitam” mungkin karena kulitnya atau asalnya. Jikalau hal iniada hubungannya, apakah masukakal jika Simon Kirene dipaksa memikul salib oleh prajurit Romawi karena dianggap seorang budak (berkulit hitam)?

Kemunculan Simon Kirene yang pertama disebut saat Yesus yang divonis untuk disalib berjalan dengan memikul salib sampai ke luar kota Yerusalem. Simon Kirene yang mempunyai rencana datang ke Yerusalem untuk melakukan pekerjaannya, secar tidak terduga harus mengalami pikul salib dengan terpaksa “Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus” (Mat 27:32) ; “ Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan rufus, yang baru datan dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untukmemikul salib Yesus. “ Mar 15:21).

Dalam Injil Lukas dijelaskan bahwa saat Simon diharuskan memikul salib, ia memikul sambil berjalan mengikuti Yesus yang ada di depannya. “ Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene,yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu diatas bahunya, supaya dipikul sambil mengikuti Yesus. (Luk 23:26).

Tema mengikuti Yesus dengan memikul salib sangat ditekankan oleh Lukas. (bdk.Luk 9:23) “ Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”

Dari peristiwa penyaliban itu kelihatannya Simon Kirene kemudian dikenal oleh jemaat Kristen mula-mula sebagai ayah dari Rufus dan Aleksander (Mark. 15:21). Rufus adalah orang penting bagi Paulus karena kemungkinan Rufus ini mengambil bagian dalam perintisan jemaat di kota Roma (Roma 16:13). Bahkan Paulus menyebut Rufus ini orang pilihab dalam Tuhan. Sedangkan Aleksander tidak secara jelas menghubungkan dengan biografi Simon Kirene.

Simon Kirene ada kemungkinan mengalami pembaharuan hidup setelah peristiwa di Golgota dan peristiwa penampakan Yesus setelah kebangkitan Kristus (I Kor. 15:6). Ia menjadi seorang diatara 3000 orang yang bertobat setelah peristiwa yang terjadipada hari raya Pentakosta yaitu saat pencurahan Roh Kudus dan khotbah Petrus setelah itu (Kis. 2:1-42). Pendeknya Simon menjadi orang percaya dan dan menjadi murid Tuhan.

Alkitab menyebutkan bahwa setelah kematian syahid Stevanus banyak orang-orang percaya di Yerusalem dan Yehuda tersebar ke berbagai daerah sambil memberitakan Injil. Ada beberapa orang Siprus dan Kirene (di dalamnya Simon Kirene ini) sampai ke Antiokhia da memberitakan Injil bukan saja kepada orang Yahudi tetapi juga orang Yunani (Kis. 11:20). Dan karena tangan Tuhan menyertai, sejumlah orang jadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.

Simon Kirene selanjutnya tinggal di Antiokhia ini bersama keluarganya. Jemaat di Anthiokhia ini berkembang dan kemudian istilah Kristen bagi murid-murid muncul pertama kali (Kis. 11:26). Karena perkembangan jemaat di Anthiokhia ini, maka Barnabas di utus kesana dan Paulus dibawa serta oleh Barnabas. Paulus yang saat itu menjadi orang Kristen Baru dan belum banyak orang yang mau menerima dia karena masa lalunya sebagai penganiaya jemaat, kelihatannya punya hubungan istimewa dengan keluarga Simon.

Seperti Barnabas yang mau menerima Paulus petobat baru, keluarga Simon juga bersedia menerima Paulus dan selanjutnya Paulus tinggal satu tahun di Antiokhia ini. Istri Simon menerima Paulus ini sehingga di suratnya kepada jemaat Roma, Paulus mengirim salam buat ibu Rufus ini yang adalah istri Simon Kirene. Dalam surat itu seperti ibunya sendiri (Roma 16:13).
 

Karya dan Keteladanan Simon Kirene

Dari peristiwa memikul salib Yesus dengan terpaksa itu Simon Kirene dibawa ke Golgota tempat karya Kristus terbesar terjadi bagi umat manusia. Pengalaman ini berlanjut dengan kesaksian yang diberikan Petrus pada hari Pentakosta yang menjadikan Simon Kirene mengalami kelahiran baru. Bahkan setelah mengalami pertumbuhan rohani karena pengajaran para rasul, Simon turut memberitakan Injil ke daerah-daerah meski melalui peristiwa penganiayaan/penindasan supaya Injil tersebar luas.

Di Antiokhia dimana Simon tinggal bersama orang percaya, ia menjadi seorang yang turut melayani. Jikalau Simon sama dengan Simeon yang disebut Niger (Si Hitam), ia melayani sebagai pengajar dan Nabi bersama Barbanas, Lukius, Manahem, dan Paulus (Kis. 13:1). Di Anttiokhia ini pula pengutusan misi bagi bangsa-bangsa kafir dimulai. Jadi anggota-anggota jemaat Antokhia adalah jemaat missioner pertama yang menjangkau jiwa-jiwa sampai ujung dunia setelah jemaat Yerusalem.

Selain itu keluarganya sungguh mengalami kehidupan Kristen yang luar biasa. Istrinya mampu membuat Paulus (Rasul Besar), hamba Kristus diterima menjadi keluarganya. Anaknya Rufus menjadi orang pilihan dalam Tuhan yang turut terbeban jemaat di Roma.

Sungguh merupakan tokoh Kristen yang patut menjadi perenungan dan teladan di zaman ini. Berawal dengan keterpaksaan dalam “ Memikul Salib “ tetapi membawa keberhasilan dan keharuman dalam pekerjaan Tuhan, karena terus melakukannya dengan mengikuti Yesus. Saudara mengalami keterpaksaan/dipaksa atau sukarela dalam memikul salib sambil mengikuti Yesus? Jangan kecewa dan putus asa, ada rencana besar yang TUHAN sedang kerjakan dalam hidup anda, pelayanan Anda bahkan di dalam keluarga Anda!

Teladanilah Simon Kirene! Anda akan menjadi orang Kristen pemikul salib yang berhasil dan dipakai Tuhan untuk membangun gerejaNya.